Aragorn Elessar
Putra
Arathorn,
Pewaris
Isildur dan Raja Kerajaan-bersatu Dúnedain
Keturunan
ke-tiga puluh sembilan Isildur,
Pemimpin Dúnedain dari Utara dan, setelah Perang Cincin, Raja Kerajaan-bersatu Arnor dan Gondor. Dipanggil oleh
Gandalf sebagai “petualang dan pemburu paling hebat di jaman ini”, Aragorn
mengalami banyak petualangan besar dan berpergian ke tempat-tempat yang jauh,
sebelum menyatakan gelar kerajaannya.
![]() |
| Viggo Mortensen sebagai Aragorn |
Dilahirkan
sebagai keturunan Pemimpin Arathorn II dari Dúnedain
Utara, Aragorn kehilangan ayahnya karena serangan Orc di usia dua tahun. Ibunya
Gilraen membawanya ke
Rivendell, di mana ia diasuh oleh Elrond. Di Rivendell jatidirinya ditutupi,
dan ia hanya dikenal dengan nama ‘Estel’ selama masa kecilnya. Ketika ia
berusia dua puluh tahun Elrond
menunjukkan kepadanya siapa leluhurnya dan memberi dua bukti tempatnya sebagai
Keturunan Isildur: Cincin Barahir dan Serpihan Narsil. Pada saat ini pula ia
bertemu pertama kali dengan Arwen.
Setelah
mengetahui takdirnya, Aragorn berpamitan ke Elrond dan menjelajahi alam liar
Bumi-tengah. Tak lama, ia bertemu Gandalf dan keduanya menjadi teman dan sekutu
yang dekat. Aragorn kemudian memulai serangkaian petualangan besar di seluruh
Bumi-tengah. Di selatan, ia sama-sama mengabdi kepada Thengel dari Rohan dan Ecthelion
II dari Gondor, meskipun menggunakan nama palsu, sebagai ‘Thorongil’. Setelah kemenangan
besar melawan para Bajak Laut Umbar, ia meninggalkan Gondor dan pergi ke timur.
Pada
akhirnya perjalanannya membawanya ke Lórien, di mana ia bertemu
lagi dengan Arwen. Mereka menyatakan cintanya di bukit hijau Cerin Amroth, dan
Aragorn memberi Arwen Cincin Barahir, pusaka kuno keluarganya. Berita ini
membuat Elrond gusar, seperti yang ia sampaikan ke Aragorn pada saat kembali ke
Rivendell. Pada saat ini ibunya Gilraen meninggalkan Rumah Elrond, dan
meninggal tak lama kemudian.
Di
tahun-tahun berikutnya Aragorn bertemu lagi dengan Gandalf. Bertahun-tahun
sebelumnya, ketika Aragorn masih kecil, Gandalf mengetahui ada makhluk bernama
Gollum yang membawa Cincin Agung yang nantinya jatuh ke tangan Bilbo Baggins. Aragorn
setuju untuk memburu Gollum dan pada akhirnya menemukannya di Rawa Kematian di
perbatasan Mordor. Dari sana ia membawanya ke utara melewati alam liar
Bumi-tengah sampai ke wilayah kekuasaan Thranduil di bagian utara Mirkwood, di
mana Gollum dipenjara dan diinterogasi oleh Gandalf. Dus dimulailah
keterlibatan langsung Aragorn di dalam peristiwa-peristiwa Perang Cincin.
Setahun
kemudian, karena mengetahui rencana Gandalf untuk menyuruh Frodo Baggins
membawa Cincin keluar dari Shire, Aragorn pergi untuk mencari dan melindungi Pembawa-cincin
tersebut. Di sebuah jalan di timur Shire ia bertemu dengan empat orang Hobbit,
yang salah satunya menyebut dirinya sebagai ‘Baggins’. Secara diam-diam, ia
mengikuti ke-empat Hobbit itu ke Bree di timur, di mana akhirnya ia menunjukkan
dirinya dan menawarkan bimbingan ke Rivendell. Maka dimulailah perjalanan yang
panjang dan sulit di mana Frodo terluka parah, namun pada akhirnya ia membawa
mereka dengan selamat ke Rumah Elrond tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Di sana,
orang-orang dari seluruh penjuru Bumi-tengah berkumpul di sebuah dewan, Dewan
Elrond, yang memutuskan untuk mengirim persaudaraan Sembilan Pejalan-kaki untuk
pergi ke Gunung Doom di Mordor dan menghancurkan Cincin tersebut di sana.
Aragorn adalah salah satu anggota Sembilan tersebut, dan sebelum dia berangkat
para pandai besi Rivendell mengambil Serpihan Narsil dan menempanya kembali
menjadi sebuah pedang baru untuk Aragorn, yang ia beri nama Andúril, Api Barat.
Dari
Rivendell, Gandalf memimpin Persaudaraan ke arah selatan melewati daerah-daerah
liar dan kosong di sebelah barat Pegunungan Berkabut. Mereka mencoba
menyeberangi pegunungan tersebut melalui Celah Redhorn, dan karena gagal mereka
pun mengambil jalan yang gelap dan berbahaya melalui Moria. Di sana mereka
bertemu dengan Balrog. Mereka berhasil kabur melalui gerbang timur namun
Gandalf terjatuh di Moria. Dari sana Aragorn mengambil alih kepemimpinan dan
membawa sisa Persaudaraan ke Lórien untuk selanjutnya
menyusuri Sungai Besar ke Parth Galen di bawah Air Terjun Rauros.
Di
bawah Amon Hen, Persaudaraan pecah. Salah satu anggotanya, Boromir, gugur. Sedangkan
Frodo dan Samwise bergerak ke timur. Meriadoc dan Peregrin ditangkap oleh kawanan
Orc dan dibawa ke arah barat. Setelah melewati perdebatan, Aragorn memutuskan
untuk mengikuti kawanan Orc dan menyelamatkan Merry dan Pippin. Bersama dengan
Legolas dan Gimli, ia mengikuti jejak para Orc tanpa rasa lelah keluar dari
Emyn Muil dan menyeberangi padang rumput Rohan. Di sana, ia bertemu dengan Éomer yang meminjamkan
kuda bernama Hasufel. Tiga Pemburu pun melanjutkan perjalanannya sampai tiba di
Hutan Fangorn.
Di
Fangorn, Aragorn menemukan kawan lamanya Gandalf ternyata tidak mati, namun
telah kembali sebagai Gandalf Sang Putih. Mendapati Merry dan Pippin selamat,
Tiga Pemburu menemani Gandalf ke Edoras, dimana ia menyembuhkan Théoden dan berjalan
bersama bala tentara Rohan ke Helm’s Deep. Setelah bertempur dengan gagah
berani melawan pasukan Saruman di Pertempuran Hornburg, Aragorn bertemu dengan
saudara-saudaranya dari utara: tiga puluh orang Dúnedain dipimpin oleh
Halbarad, dan bersama mereka Putra-putra Elrond, Elladan dan Elrohir. Para Dúnedain juga membawa kuda
Aragorn, Roheryn. Putra-putra Elrond membawa pesan dari ayah mereka,
mengingatkan Aragorn tentang ramalan kuno dari Malbeth Sang Peramal.
Ramalan
tersebut berbicara tentang Orang-orang Mati yang tinggal di bawah Dwimorberg,
di Pegunungan Putih di selatan Rohan. Dus, dengan Kawanan Kelabu-nya, Aragorn
pergi untuk mencari Jalan Orang Mati. Ketika di sana, kekuasaannya sebagai
Keturunan Isildur yang sejati mendorong para Orang Mati untuk mengabdi padanya.
Mereka pun mengikutinya keluar dari Pegunungan ke arah timur melewati daerah
Gondor. Di Muara Anduin mereka sampai di kota pelabuhan Pelargir, di mana
mereka mengalihkan armada Bajak Laut dan menangkap kapal-kapal mereka. Dengan
membubarkan Gerombolan Bayangan, Aragorn membebaskan para tahanan di kapal, dan
bersama para Manusia yang telah mengikuti mereka dari berbagai propinsi Gondor,
Aragorn mampu menguasai semua kapal dan berlayar ke arah utara ke Minas Tirith.
Armada
tersebut berlayar ke Harlond, pelabuhan di selatan Minas Tirith, dan menemukan
kota tersebut sedang digempur. Pada awalnya para pembela kota terkecoh dengan
kedatangan kapal-kapal tersebut, namun Aragorn menaikkan benderanya berupa Bendera
Hitam dengan Pohon Putih. Bala tentara Gondor sadar bahwa kekuatan sekutu baru
telah datang. Meskipun menghadapi lawan yang mengerikan, Pertempuran Besar
Pelennor berhasil dimenangkan dan Minas Tirith selamat dari pasukan Penguasa
Morgul.
Pengurus
Kerajaan Denethor dari Minas Tirith gugur saat Pertempuran, dengan cara
membunuh dirinya sendiri karena menjadi gila. Pada saat itu, sebagai Keturunan
Isildur, Aragorn bisa saja mengambil Tahta Gondor untuk dirinya, namun ia
memilih tidak melakukannya. Malahan, Pemimpin Barat (yaitu Aragorn) menyetujui
arahan Gandalf. Mereka merancang sebuah rencana untuk bergerak ke Mordor,
melawan harapan keberhasilan, untuk mengalihkan Mata Sauron dari Frodo sang
Pembawa-cincin, yang padanya terletak harapan kemenangan satu-satunya.
Di
depan Gerbang Hitam Mordor, Aragorn mengajukan sebuah tantangan kepada Sauron,
dan disambut dengan kekuatan Orc, Troll dan Manusia Liar yang luar biasa
banyaknya. Kekuatan Gondor yang lemah dapat dengan mudah dihancurkan, namun pada
saat itu Cincin dilemparkan ke dalam Api (Gunung Doom) dan sirna lah kekuatan
Sauron.
Setelah
kemenangan melawan Sauron, Aragorn menerima Tahta dan dinobatkan oleh Gandalf
sebagai Raja Elessar di depan Gerbang Agung Minas Tirith yang hancur sebelum
memasuki kota. Di pertengahan musim panas di tahun yang sama, ia menikahi Arwen
dan menjadikannya Ratu. Setelah itu Persaudaraan yang bersatu kembali berjalan
ke arah barat dan utara ke arah rumah mereka masing-masing. Aragorn menemani
mereka sampai Isengard, dan mengucapkan selamat tinggal di bawah lereng Dol
Baran.
Selama
kekuasaannya Gondor menjadi makmur. Kerajaan-Utara didirikan kembali, dan
disatukan sekali lagi dengan Kerajaan-Selatan untuk membentuk Kerajaan Bersatu.
Meskipun kedamaian dan kebebasan telah kembali ke Daerah-Barat, kejahatan masih
selamat dari Kejatuhan Sauron di timur. Aragorn bersama dengan Raja Éomer dari Rohan pun
bertempur melawan mereka. Arwen member Aragorn seorang anak dan pewaris tahta,
Eldarion, dan dua orang putri lagi. Ketika akhir hidupnya tiba, ia menyerahkan
dengan suka rela, sebagaimana para Raja Númenor terdahulu, para leluhurnya,
telah melakukannya.
Teks asli: http://www.glyphweb.com/arda/a/aragorn.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar