Rabu, 10 Oktober 2012

T1: Aragorn Elessar



Aragorn Elessar
Putra Arathorn, Pewaris Isildur dan Raja Kerajaan-bersatu Dúnedain

Keturunan ke-tiga puluh sembilan Isildur, Pemimpin Dúnedain dari Utara dan, setelah Perang Cincin, Raja Kerajaan-bersatu Arnor dan Gondor. Dipanggil oleh Gandalf sebagai “petualang dan pemburu paling hebat di jaman ini”, Aragorn mengalami banyak petualangan besar dan berpergian ke tempat-tempat yang jauh, sebelum menyatakan gelar kerajaannya. 

Viggo Mortensen sebagai Aragorn

Dilahirkan sebagai keturunan Pemimpin Arathorn II dari Dúnedain Utara, Aragorn kehilangan ayahnya karena serangan Orc di usia dua tahun. Ibunya Gilraen membawanya ke Rivendell, di mana ia diasuh oleh Elrond. Di Rivendell jatidirinya ditutupi, dan ia hanya dikenal dengan nama ‘Estel’ selama masa kecilnya. Ketika ia berusia dua puluh tahun  Elrond menunjukkan kepadanya siapa leluhurnya dan memberi dua bukti tempatnya sebagai Keturunan Isildur: Cincin Barahir dan Serpihan Narsil. Pada saat ini pula ia bertemu pertama kali dengan Arwen.

Setelah mengetahui takdirnya, Aragorn berpamitan ke Elrond dan menjelajahi alam liar Bumi-tengah. Tak lama, ia bertemu Gandalf dan keduanya menjadi teman dan sekutu yang dekat. Aragorn kemudian memulai serangkaian petualangan besar di seluruh Bumi-tengah. Di selatan, ia sama-sama mengabdi kepada Thengel dari Rohan dan Ecthelion II dari Gondor, meskipun menggunakan nama palsu, sebagai ‘Thorongil’. Setelah kemenangan besar melawan para Bajak Laut Umbar, ia meninggalkan Gondor dan pergi ke timur.

Pada akhirnya perjalanannya membawanya ke Lórien, di mana ia bertemu lagi dengan Arwen. Mereka menyatakan cintanya di bukit hijau Cerin Amroth, dan Aragorn memberi Arwen Cincin Barahir, pusaka kuno keluarganya. Berita ini membuat Elrond gusar, seperti yang ia sampaikan ke Aragorn pada saat kembali ke Rivendell. Pada saat ini ibunya Gilraen meninggalkan Rumah Elrond, dan meninggal tak lama kemudian.

Di tahun-tahun berikutnya Aragorn bertemu lagi dengan Gandalf. Bertahun-tahun sebelumnya, ketika Aragorn masih kecil, Gandalf mengetahui ada makhluk bernama Gollum yang membawa Cincin Agung yang nantinya jatuh ke tangan Bilbo Baggins. Aragorn setuju untuk memburu Gollum dan pada akhirnya menemukannya di Rawa Kematian di perbatasan Mordor. Dari sana ia membawanya ke utara melewati alam liar Bumi-tengah sampai ke wilayah kekuasaan Thranduil di bagian utara Mirkwood, di mana Gollum dipenjara dan diinterogasi oleh Gandalf. Dus dimulailah keterlibatan langsung Aragorn di dalam peristiwa-peristiwa Perang Cincin.

Setahun kemudian, karena mengetahui rencana Gandalf untuk menyuruh Frodo Baggins membawa Cincin keluar dari Shire, Aragorn pergi untuk mencari dan melindungi Pembawa-cincin tersebut. Di sebuah jalan di timur Shire ia bertemu dengan empat orang Hobbit, yang salah satunya menyebut dirinya sebagai ‘Baggins’. Secara diam-diam, ia mengikuti ke-empat Hobbit itu ke Bree di timur, di mana akhirnya ia menunjukkan dirinya dan menawarkan bimbingan ke Rivendell. Maka dimulailah perjalanan yang panjang dan sulit di mana Frodo terluka parah, namun pada akhirnya ia membawa mereka dengan selamat ke Rumah Elrond tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Di sana, orang-orang dari seluruh penjuru Bumi-tengah berkumpul di sebuah dewan, Dewan Elrond, yang memutuskan untuk mengirim persaudaraan Sembilan Pejalan-kaki untuk pergi ke Gunung Doom di Mordor dan menghancurkan Cincin tersebut di sana. Aragorn adalah salah satu anggota Sembilan tersebut, dan sebelum dia berangkat para pandai besi Rivendell mengambil Serpihan Narsil dan menempanya kembali menjadi sebuah pedang baru untuk Aragorn, yang ia beri nama Andúril, Api Barat.

Dari Rivendell, Gandalf memimpin Persaudaraan ke arah selatan melewati daerah-daerah liar dan kosong di sebelah barat Pegunungan Berkabut. Mereka mencoba menyeberangi pegunungan tersebut melalui Celah Redhorn, dan karena gagal mereka pun mengambil jalan yang gelap dan berbahaya melalui Moria. Di sana mereka bertemu dengan Balrog. Mereka berhasil kabur melalui gerbang timur namun Gandalf terjatuh di Moria. Dari sana Aragorn mengambil alih kepemimpinan dan membawa sisa Persaudaraan ke Lórien untuk selanjutnya menyusuri Sungai Besar ke Parth Galen di bawah Air Terjun Rauros.

Di bawah Amon Hen, Persaudaraan pecah. Salah satu anggotanya, Boromir, gugur. Sedangkan Frodo dan Samwise bergerak ke timur. Meriadoc dan Peregrin ditangkap oleh kawanan Orc dan dibawa ke arah barat. Setelah melewati perdebatan, Aragorn memutuskan untuk mengikuti kawanan Orc dan menyelamatkan Merry dan Pippin. Bersama dengan Legolas dan Gimli, ia mengikuti jejak para Orc tanpa rasa lelah keluar dari Emyn Muil dan menyeberangi padang rumput Rohan. Di sana, ia bertemu dengan Éomer yang meminjamkan kuda bernama Hasufel. Tiga Pemburu pun melanjutkan perjalanannya sampai tiba di Hutan Fangorn.

Di Fangorn, Aragorn menemukan kawan lamanya Gandalf ternyata tidak mati, namun telah kembali sebagai Gandalf Sang Putih. Mendapati Merry dan Pippin selamat, Tiga Pemburu menemani Gandalf ke Edoras, dimana ia menyembuhkan Théoden dan berjalan bersama bala tentara Rohan ke Helm’s Deep. Setelah bertempur dengan gagah berani melawan pasukan Saruman di Pertempuran Hornburg, Aragorn bertemu dengan saudara-saudaranya dari utara: tiga puluh orang Dúnedain dipimpin oleh Halbarad, dan bersama mereka Putra-putra Elrond, Elladan dan Elrohir. Para Dúnedain juga membawa kuda Aragorn, Roheryn. Putra-putra Elrond membawa pesan dari ayah mereka, mengingatkan Aragorn tentang ramalan kuno dari Malbeth Sang Peramal.

Ramalan tersebut berbicara tentang Orang-orang Mati yang tinggal di bawah Dwimorberg, di Pegunungan Putih di selatan Rohan. Dus, dengan Kawanan Kelabu-nya, Aragorn pergi untuk mencari Jalan Orang Mati. Ketika di sana, kekuasaannya sebagai Keturunan Isildur yang sejati mendorong para Orang Mati untuk mengabdi padanya. Mereka pun mengikutinya keluar dari Pegunungan ke arah timur melewati daerah Gondor. Di Muara Anduin mereka sampai di kota pelabuhan Pelargir, di mana mereka mengalihkan armada Bajak Laut dan menangkap kapal-kapal mereka. Dengan membubarkan Gerombolan Bayangan, Aragorn membebaskan para tahanan di kapal, dan bersama para Manusia yang telah mengikuti mereka dari berbagai propinsi Gondor, Aragorn mampu menguasai semua kapal dan berlayar ke arah utara ke Minas Tirith.

Armada tersebut berlayar ke Harlond, pelabuhan di selatan Minas Tirith, dan menemukan kota tersebut sedang digempur. Pada awalnya para pembela kota terkecoh dengan kedatangan kapal-kapal tersebut, namun Aragorn menaikkan benderanya berupa Bendera Hitam dengan Pohon Putih. Bala tentara Gondor sadar bahwa kekuatan sekutu baru telah datang. Meskipun menghadapi lawan yang mengerikan, Pertempuran Besar Pelennor berhasil dimenangkan dan Minas Tirith selamat dari pasukan Penguasa Morgul.

Pengurus Kerajaan Denethor dari Minas Tirith gugur saat Pertempuran, dengan cara membunuh dirinya sendiri karena menjadi gila. Pada saat itu, sebagai Keturunan Isildur, Aragorn bisa saja mengambil Tahta Gondor untuk dirinya, namun ia memilih tidak melakukannya. Malahan, Pemimpin Barat (yaitu Aragorn) menyetujui arahan Gandalf. Mereka merancang sebuah rencana untuk bergerak ke Mordor, melawan harapan keberhasilan, untuk mengalihkan Mata Sauron dari Frodo sang Pembawa-cincin, yang padanya terletak harapan kemenangan satu-satunya.

Di depan Gerbang Hitam Mordor, Aragorn mengajukan sebuah tantangan kepada Sauron, dan disambut dengan kekuatan Orc, Troll dan Manusia Liar yang luar biasa banyaknya. Kekuatan Gondor yang lemah dapat dengan mudah dihancurkan, namun pada saat itu Cincin dilemparkan ke dalam Api (Gunung Doom) dan sirna lah kekuatan Sauron.

Setelah kemenangan melawan Sauron, Aragorn menerima Tahta dan dinobatkan oleh Gandalf sebagai Raja Elessar di depan Gerbang Agung Minas Tirith yang hancur sebelum memasuki kota. Di pertengahan musim panas di tahun yang sama, ia menikahi Arwen dan menjadikannya Ratu. Setelah itu Persaudaraan yang bersatu kembali berjalan ke arah barat dan utara ke arah rumah mereka masing-masing. Aragorn menemani mereka sampai Isengard, dan mengucapkan selamat tinggal di bawah lereng Dol Baran.

Selama kekuasaannya Gondor menjadi makmur. Kerajaan-Utara didirikan kembali, dan disatukan sekali lagi dengan Kerajaan-Selatan untuk membentuk Kerajaan Bersatu. Meskipun kedamaian dan kebebasan telah kembali ke Daerah-Barat, kejahatan masih selamat dari Kejatuhan Sauron di timur. Aragorn bersama dengan Raja Éomer dari Rohan pun bertempur melawan mereka. Arwen member Aragorn seorang anak dan pewaris tahta, Eldarion, dan dua orang putri lagi. Ketika akhir hidupnya tiba, ia menyerahkan dengan suka rela, sebagaimana para Raja Númenor terdahulu, para leluhurnya, telah melakukannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar