Minggu, 22 April 2012

Cara Berbicara 10 Bahasa

 Hasil berselancar pagi ini. Artikel yang menarik untuk yang mau belajar bahasa lain.

 

Ingin Kuasai 10 Bahasa, Ini Tips Paul Pimsleur

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sebuah penelitian ilmiah yang pernah dilakukan seorang ilmuwan spesialis linguistik terapan, Dr. Paul Pimsleur Ph.D, mengungkapkan bahwa kemampuan otak manusia dalam menguasai bahasa asing sungguh luar biasa. Pimsleur memaparkan bahwa otak manusia ternyata mampu menguasai 10 bahasa dunia dalam waktu cepat.

Pimsleur mengungkapkan bahwa otak manusia memiliki saluran khusus yang dapat mempelajari setiap kosakata baru. Bahkan dari berbagai bahasa yang tidak pernah dikenalnya. Namun, menurut Pimsleur, selama ini hampir semua manusia belum mengaktifkan saluran otak linguistik tersebut.

Biro Intelejen Federal Amerika Serikat (FBI) dan Agen Keamanan Nasional Amerika telah menggunakan pendekatan Pimsleur ini. Pimsleur telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk mempelajari bahasa dan pemahaman psikologi akusisi bahasa dunia.

Pimsleur membeberkan sedikit metode pembelajaran komunikasi efektifnya. Menurut dia, penguasaan efektif bahasa apapun itu berkunci pada penguasaan jumlah kosa kata inti yang digunakan secara konsisten. Kemudian kosa kata itu dibuat dalam kerangka kerja sebagai media berkomunikasi sesering mungkin dengan berbagai tingkatan.

Di sisi lain, Pimsleur menjelaskan kesalahan dalam mempelajari bahasa asing. Yaitu ketika memasukkan dan menghafalkan kata-kata terlalu cepat dan banyak secara  bersamaan di awal pembelajaran. Menurut dia, ini benar-benar dapat memperlambat proses retensi bahasa.

Metode pendekatan Pimsleur mengajarkan pembelajaran bahasa dengan menggunakan kosakata inti. Sehingga, seseorang segera berbicara banyak dalam waktu cepat. Penguasaan bahasa tidak hanya pada berapa banyak kata yang diketahui saja, melainkan juga kata-kata yang dapat digunakan.

Pelajaran bahasa menggunakan pendekatan Pimsleur ini telah teruji dan dicoba di seluruh dunia. Metodenya dapat membuat orang menguasai materi bahasa secara cepat. Penggunaan bahasa tersebut kemudian tersimpan di dalam memori otak setelah mendengarkan hanya satu kali saja.

Pimsleur juga menekankan pembelajaran bahasa harus menyenangkan dan memudahkan dalam tempo yang singkat dan inten. Dengan begitu, seseorang akan gampang  menyerap bahasa baru dengan mudah. Dia menyadari bahwa anak memiliki kemampuan luar biasa dalam belajar bahasa baru dengan cepat.

Dr. Paul Pimsleur adalah seorang pendidik bahasa selama lebih dari 20 tahun hingga wafatnya di 1976. Ia menghabiskan hidupnya mengembangkan metode ini untuk menguji coba kemampuan orang dalam belajar bahasa baru dengan mudah.

Sumber: http://id.she.yahoo.com/ingin-kuasai-10-bahasa-ini-tips-paul-pimsleur-013328333.html

Menjadi Bilingual Itu Sehat

Ragu-ragu belajar bahasa selain bahasa ibu? Baca ini dulu.


Fasih Dua Bahasa Bikin Otak Sehat


Ghiboo.com - Menguasai bahasa asing ternyata tak hanya mempermudah Anda untuk bersaing di dunia kerja, namun penelitian terbaru menemukan bahwa menjadi bilingual baik bagi kesehatan mental Anda di kemudian hari.

Peneliti dari York University percaya bahwa fasih berbahasa dua bahasa bisa memperkuat jalur kunci di otak dan meningkatkan fleksibilitas mental.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Ellen Bialystok mengamati beberapa orang bilingual. Peneliti menggunakan metode perilaku dan neuroimaging untuk memeriksa efek bilingualisme pada kognitif orang dewasa.

Dari hasil pengamatan, peneliti menemukan saat seseorang menggunakan bahasa berbeda, maka daerah otak yang memengaruhi perhatian umum dan kontrol kognitif menjadi aktif. Hal ini dapat mengkonfigurasi ulang dan memperkuat jaringan kontrol yang digunakan untuk memproses kedua bahasa, serta dapat meningkatkan 'fleksibilitas mental' atau kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Trends in Cognitive Sciences juga menunjukkan bahwa bilingualisme meningkatkan cadangan kognitif yang melindungi dan merangsang aktivitas mental atau fisik pada fungsi otak yang sehat. Cadangan inilah yang membantu menunda timbulnya gejala demensia atau kepikunan.

"Kesimpulan dari temuan kami menunjukkan bahwa pengalaman seumur hidup dalam mengelola dua bahasa mereorganisasi jaringan otak tertentu, menciptakan dasar yang lebih efektif untuk kinerja kognitif yang lebih baik selama kehidupan. Pengalaman yang intens dan berkelanjutan meninggalkan bekas pada pikiran dan otak, dan sekarang jelas bahwa otak orang bilingual telah dibentuk oleh pengalaman yang unik," papar Dr Ellen Bialystok, dikutip melalui Dailymail, Senin (2/4).

Sumber: http://id.she.yahoo.com/fasih-dua-bahasa-asing-bikin-otak-sehat-143000055.html

Minggu, 01 April 2012

C'est Un Beau Batiment.

C'est un beau batiment




31 Maret 2012. Sabtu. Tanggal tersebut adalah tanggal terakhir CCCL (sekarang IFI) berkantor di Darmokali 10. Gedung yang telah ditempati sejak tahun 1967 itu akan beralih tangan ke pihak lain. Sangat disayangkan sekali namun apa yang bisa diperbuat. Pemerintah Prancis mengalami masa-masa finansial yang kritis saat ini dan imbasnya sampai ke Surabaya. Pengurangan pendanaan membuat IFI (dulu CCCL) harus melepas bangunan Belanda ini yang biaya perawatannya cukup tinggi. Belum lagi sewanya yang sangat mahal. 

Banyak pihak (para murid, guru, staff, pelestari budaya, para seniman, dsb) sempat merasa khawatir akan keberlangsungan gedung itu. Karena sampai dengan minggu-minggu terakhir menjelang akhir Maret gedung itu masih belum menjadi cagar budaya. Itu artinya jika pengelola baru ingin mengubahnya menjadi gerai makanan cepat saji dengan menghancurkan bangunan lama secara keseluruhan maka hal tersebut sah dan legal saja. Tapi untungnya tidak perlu seperti itu. Karena bangunan di Darmokali 10 itu sudah menjadi cagar budaya di minggu terakhir bulan Maret. Jadi ia masih akan berdiri seperti adanya.

Hari Sabtu kemarin juga kebetulan jadwal kursus yang terakhir untuk level yang kuambil. Tidak ada pelajaran karena semua bahan-bahan untuk belajar sudah diangkut ke tempat yang baru. Jadi ya isinya hanya bermain-main. Setelah itu kami keluar untuk berfoto-foto.

Ini adalah hasil foto-foto yang pernah kuambil di CCCL (Centre Cultural De Cooperation Linguistique bukan Club Cewek Cowok Lebay). Cuma dikit aja sih. Tapi sedikit lebih baik daripada tidak sedikit. Hohoho.

Semua sengaja kuambil dengan efek hitam putih dan sepia. Kenapa? Biar kelihatan djadoel sadja. Please do enjoy them….:-)


Tahun pembangunan

Logo Konsul Prancis

Jendela ruang acueil
  
Tangga ke ruang atas
  
Teralis ruang atas

Lorong ke ruangan kelas

Lorong ruang kelas




Kursi di depan ruang guru



I just like t'is pic :-)


 Itu semua hasil jepret2ku. Sayang kurang banyak yang kufoto. Tapi tak apa lah. Semoga di tempat baru juga banyak tempat-tempat yang asik buat foto-foto dan difoto.

Au revoir Darmokali 10, bonjour Ratna 14.